Finding Mr. Destiny (2010) – Movie Review

Ji Woo seorang stage director pertunjukan teater yang cuek dan tomboi baru saja menolak lamaran kekasihnya yang seroang pilot angkatan udara. Menduga putri pertamanya masih mengingat cinta pertamanya, sang ayah pun memaksa putrinya ke sebuah biro jasa pencari cinta pertama, agar Ji Woo terlepas dari bayang-bayang pria yang dijumpainya saat berjalan-jalan ke India 10 tahun yang lalu.
Di sinilah petualang Ji Woo dan Gi Joon, si pemilik biro jasa yang lugu dan taat peraturan di mulai. Akankah Ji Woo menemukan cinta pertamanya?fbd15ef194990e6a1fd877d805f58028_VufXzYbql9Olyngl797Bv3NXRxG45Cto.jpg

Film ringan yang cocok dinikmati di akhir pekan yang santai, dengan menonjolkan dua karakter yang bertolak belakang, film ini sukses membuat penonton tergelak di beberapa scene. Sekilas pemandangan di Blue City, India pun juga menjadi nilai tambah dari film ini. Bagi pecinta kutipan film, ada cukup banyak kutipan tentang cinta pertama dan takdir yang bisa merenung dan tersentil di film ini.

You must grab onto faith to realize destiny

Genre: Comedy, Romantic, Korea
Director: Chang You Jeong
Cast:
Lim Soo Jung sebagai Seo Ji Woo
Gong Yoo sebagai Han Gi Joon
Lee Chung Ah sebagai Adik Gi Joon
Cheon Ho Jin sebagai ayah Ji Woo

Advertisements

Bitter Sweet Rain (1984) – Book Review

Genre: Novel, Fiksi, Romantis
Penulis: Sandra Brown

bitter sweet rain

Caroline Dawson Lancaster, kini mengadapi suaminya, Roscoe Lancaster yang sedang dalam maasa kritis akibat kanker perut yang sudah parah. Ia harus memberitahukan hal ini kepada anak tirinya yang masih polos, Laura Jane, bahwa hidup ayahnya tak lama lagi. Lalu tugas Granger, pengacara pribadi Roscoe, adalah memberitahukan anak laki-laki Roscoe, Rink, yang hampir dua belas tahun meninggalkan rumah megah keluarga Watson, keluarga istri pertama Roscoe. Rumah megah itu dikenal dengan nama The Retreat.

Perbedaan usia yang sangat jauh memang sempat menjadi perbincangan orang-orang sekitarnya, usia Caroline lebih tua 5 tahun dari anak perempuan Roscoe, Laura Jane yang berusia 22 tahun. Keduanya bertemu karena Caroline bekerja sebagai bagian pembukuan untuk perusahaan tekstil Roscoe, Lancester Gin.

Situasi tak mengenakan terjadi setelah Roscoe dikatakan kritis, selain tak lama lagi dirinya akan menjadi janda, Caroline juga harus berhadapan dengan Rink. Cinta pertamanya saat dirinya berusia 15 tahun, yang dulu meninggalkannya karena Rink harus menikahi gadis yang diduga hamil karenanya. Dan kini mereka berhadapan sebagai ibu dan anak tiri di The Retreat.

Bagaimanakah kelanjutan dari kehidupan Caroline dan bagaimana Ia harus menghadapi kedatangan Rink setelah dua belas tahun lamanya?

Novel karya Sandra Brown ini kali ini tanpa kasus-kasus kriminal ataupun pembunuhan, Murni sebuah novel romantis, penuh intrik antara beberapa karakter. Bagaimana ego, cerita masa lalu dan perasaan setiap tokoh dihadirkan dengan bumbu-bumbu yang menarik untuk dibaca. Dan lagi lagi, karya Ms. Brown yang satu ini diperuntukan bagi pembaca dewasa, karena beberapa bumbu yang dihadirkan sedikit melebihi ekspektasi pembaca.


Smoke Screen (2008) – Book Review

Genre: Crime, Novel, Fiksi, Misteri
Penulis: Sandra Brown

smoke screen

Brittany Shelley, seorang reporter tv nasional yang sedang naik daun, sedang dalam masa jayanya mengalami suatu kejadian yang mengubah hidupnya dalam semalam. Britt terbangun di kamar Jay Burgess, seorang Polisi di Charleston yang dulu pernah dipacarinya. Jay tergeletak disebelahnya tak bernyawa, dan celakanya Britt tak mengingat apapun yang terjadi malam sebelumnya tepat setelah Jay mendadak mengajak bertemu dan akhirnya mereka mengobrol di sofa milik Jay. Hanya sampai saat itu saja ingatan yang ada pada Britt. Kini Britt harus berhadapan dengan interograsi polisi, dan harus menunggu sampai hasil tes dan otopsi keluar.

Sialnya lagi, disaat Britt seharusnya istrahat dan menenangkan diri di kediamannya, Britt justru diculik. Penculiknya tak lain adalah Raley Gannon, teman masa kecil Jay yang merupakan seorang mantan Petugas Pemadam Kebakaran,  yang kasusnya menjadi bahan pertama Britt menuju karir yang menanjak sebagai seorang Reporter. Apakah maksud Raley menculik Britt, dan bagaimana nasib Britt selanjutnya?

Novel karya Sandra Brown ini menghadirkan sisi kriminal, misteri yang tak lepas dari romantisme khas Ms. Brown. Suatu masalah yang rumit secara runtun dihadirkan pada novel ini, tidak lupa dengan akhir cerita yang tak terduga. Karakter kuat tiap tokoh hadir dari sudut pandang orang ketiga, tanpa menghakimi dan tetap objektif.

Kasus yang ada membuat pembaca turut memutar otak dan menduga-duga, apa modus dan siapa saja yang sebenarnya bertanggung jawab atas kasus tersebut. Seperti biasa, karya Sandra Brown sepertinya memang harus dimasukan dalam kategori dewasa karena, dalam novel ini hadir beberapa adegan dewasa yang hampir detail, walau fokus utama tetap pada kasus pembunuhan yang terjadi.

Buku ini juga sempat difilmkan pada tahun 2010 dengan judul sama, disutradarai oleh Gary Yates dan diperankan oleh Jaime Pressly, Currie Graham, dan Garwin Sanford.


My Sassy Hubby (2012) – Movie Review

Genre: Film, Comedy, Romantic, drama
Director: James Yuen-Sai Sang
Cast:
Ekin Cheng sebagai Thirteen Cheung
Charlene Choi sebagai Yoyo Ma
Jones Xu sebagai Potato
Zhang Xin Yin sebagai Maggie

sassy hubby

Menceritakan seorang dosen psikologi di sebuah universitas Hong Kong, Thirteen Cheung, bersama istrinya yang telah menikah selama 10 tahun. Sang istri, Yoyo Ma, memiliki perbedaan usia 12 tahun lebih muda, sedang memulai bisnisnya dibidang fashion.

Thirteen Cheung yang kini berusia 39 tahun mengalami krisis paruhbayanya, merasa jenuh dengan sikap kekanak-kanakan Yoyo, merasa bahwa yang dilakukan Yoyo selalu salah. Belum lagi situasi yang mendukung datang, sebuah surat dari lembaga pernikahan bahwa pernikahan mereka sepuluh tahun lalu (2002) tidak terdaftar, sehingga mereka dapat berpisah tanpa harus repot mengurus surat cerai.

Belum lagi muncul seorang mahasiswi baru yang tampak dewasa dan kebetulan sering memasak di sebuah kafe tempat biasa Thirteen sarapan.Yoyo pun kedatangan tamu tak terduga, teman masa kecilnya yang dijuluki Potato, yang dulu berjanji akan menikah dengannya kelak. Bagaimanakah nasib pernikahan mereka?

Film My Sassy Hubby ini merupakan sekuel dari film sepuluh tahun lalu, My Wife is 18. Jika selama ini kebanyakan orang berpikir film Hong Kong akan berkisar di film-film laga dan kung fu, kali ini berhasil menghadirkan film drama komedi romantik yang ringan namun masuk diakal karena dekat dengan kehidupan sehari-hari penonton. Krisis paruh baya, kejenuhan pasangan suami-istri, kehadiran orang baru yang tampak lebih menarik.

Pada bagian akhir film ini dihadirkan suatu hiburan yang tak terduga, adegan dari tahun ketahun ulang tahun dari Thirteen Cheung, kekonyolan kedua pasangan ini dan ide-ide kreatif Yoyo. Penasaran, silagkan diintip di video di bawah ini:


The Undomestic Goddess (2006) – Book Review

Genre: Novel, Fisksi, Komedi, Romantis
Penulis: Sophie Kinsella
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka

Sometimes you don’t need a goal in life, you don’t need to know the big picture. You just need to know what you’re going to do next.

Berkisah tentang pengacara, Samantha Sweeting yang sedang bersiap menghadapihasil pengumuman mengenai keputusan apakah Ia akan diangkat menjadi rekanan atau tidak diperusahaan hukum ternama di London. Selama tujuh tahun Sam bekerja keras dan berupaya untuk tidak melakukan kesalahan apapun, dan menjadikan pekerjaannya sebagai kehidupannya. Namun beberapa menit sebelum keputusan itu diumumkan, Ia tersadar bahwa dirinya baru saja melewatkan satu kasus dan kini telah kadaluwarsa, dengan dugaaan akibat meja kerjanya yang berantakan. Sam pun panik dan segera naik kereta tanpa arah hingga tiba di depan sebuah rumah megah. Ajaibnya Ia disambut baik oleh pemilik rumah mewah itu, Trish dan Eddie, karena mereka menyangka Sam adalah Pengurus Rumah Tangga mereka yang baru. Bagaimana Samantha menghadapi kesalahpahaman ini? Ia tidak lagi punya pekerjaan dan tempat tinggal, tetapi Ia juga tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga jenis apapun.

Seperti biasa novel karya Sophie Kinsella ini selalu menghibur dan kisah romantisnya selalu membuat pembaca ber-oh-oh terharu dan tersentuh oleh karakter-karakter yang ada didalamnya. Begitu pula dengan buku ini, membuat pembaca, khususnya wanita, berada di dunia lain yang penuh dengan romantisme dan impian melalui kisah Samantha dengan sang pengurus kebun yang penuh kejutan, Nathaniel. Kemudian bagaiman keputusan besar yang harus dibuat Sam untuk hidupnya dan juga nasihat-nasihat bijak dari Ibu Nathaniel, Iris.


Play The Game (2009) – Movie Review

Genre: Komedi, Romantis
Director: Marc Fienberg

Cast:
Paul Campbell sebagai David Mitchell
Andy Griffith sebagai Granpa Joe
Doris Roberts sebagai Rose Sherman
Marla Sokoloff sebagai Julie Larabee
Liz Sheridan sebagi Edna Gordon
Geoffrey Owens sebagai Rob
Juliette Jeffers sebagai Carrie

If you want to stop playing the game of love, you have to stop play with this girl.

David, seorang penjual mobil yang tak hanya lihai mendapatkan pembeli namun juga pandai menggaet hati wanita dengan permainan tarik ulur terencana yang Ia rancang. Kali ini tugasnya untuk mengajarkan trik tersebut kepada kakeknya yang duda dan kesepian.

Berbagai kejadian konyol terjadi, dan disaat bersamaan David bertemu muka dengan Julie untuk pertama kalinya dan berniat menggaetnya dalam seketika. Sayangnya trik-trik yang biasa dijalankan tidaklah berhasil untuk Julie, sedangkan kakeknya justru berhasil menggaet seorang wanita sesama penghuni wisma lansia.

Saatnya mengubah strategi, pikir David, dan sepertinya perubahan strategi terrsebut tidak sesuai bayangan David dan disaat bersamaan, sang kakek menemukan kesenangan lain untuk berkencan dengan banyak wanita.
Bagaimanakah kelangsungan usaha David dan kakeknya?

Film komedi romantis yang satu ini pada awalnya tampak mengambil sudut pandang pria dalam urusan asmara, namun ternyata ada suatu kejutan pada akhir film ini. Kekonyolan aksi para lansia yang tak jemu mencari cinta diusia lanjut juga menghibur dan memberi bumbu khusus.

 


A Gentleman’s Dignity – Drama Review

Genre: Drama, Komedi, Romantis
Episodes: 20
Director: Shin Woo-chul & Kwon Hyeok-chan


Cast:
Jang Dong Gun sebagai Kim Do Jin
Kim H neul sebagai Seo Yi soo
Kim Min jong sebagai Choi Yoon
Kim Soo ro sebagai Im Tae San
Lee Jong Hyuk sebagai Lee Jung rok
Yoon Se ah sebagai Hong Se ra
Yoon Ji ni sebagai Im Meari
Kim Jung nan sebagai Park Min sook

Drama Korea mengisahkan tentang empat pria yang sudah bersahabat sejak SMA hingga kini telah berusia 40tahun. Mereka adalah Kim Do Jin yang playboy, selalu mempermainkan wanita berprofesi sebagai arsitek bekerjasama membuat perusahaan jasa Arsitektur dengan Im Tae San yang juga arsitek berstatus lajang yang disukai tante-tante, lalu ada Jung Rok yang sudah
beristri namun masih suka merayu wanita lain serta Choi Yoon Pengacara yang menduda karena sang istri meninggal, bisa dikatakan Ia yang paling tenang diantara keempatnya.

Pada drama ini tampak Do Jin yang lebih sering disorot dan guru SMA, Seo Yi Soo yang entah kenapa selalu dipertemukan dengan Do Jin oleh takdir secara kebetulan, pada saat itu Do jin yang merasakan getaran pada sosok Yi Seo yang saat itu memendam rasa terhadap Im Tae San, padahal Tae San secara terang-terangan mengejar teman Yi Soo, Hong Sera yang
berprofesi sebagai Atlet golf profesional. Disisi lain ada pula sosok Im Meahri adik dari Tae San yang berjarak usia sekitar 17 tahun yang jatuh cinta pada Yoon sejak dulu.

Gentleman’s Dignity bisa dikatakan seperti kumpulan cerita keempat sahabat ini, disetiap awal episode diselipkan kisah pendek entah saat mereka muda atau kejadian konyol yang baru saja terjadi saat mereka sedang berkumpul. Akhir cerita sebenarnya sudah bisa ditebak, namun,tahap-tahap menuju akhir cerita inilah yang seru untuk ditonton karena membuat kita jadi mengetahui dunia mereka lebih jauh. Kekonyolan para pria paruh baya ini serta keromantisan mereka membuat penonoton sakit perut karena tertawa dan ber ooooh ria, so far this drama series gives a fresh air bagi para penggemar drama Korea. Dari segi soundtrack lagunya bervariatif dan sering memunculkan Jong Hoon (CNBlue) yang juga menjadi salah satu aktor untuk drama ini.