Catching Fire (2009) – Book Review

Setelah keluar sebagai pemenang The Hunger Games ke 74, hari-hari Katniss Everdeen dan Peeta Mellark semakin padat dengan kegiatan berkeliling distrik di negeri Panem yang dinamakan Victory Tour.

catching fire hunger games

Kehidupan ekonomi keduanya meningkat drastis dan keluarga mereka pun pindah di tempat yang lebih baik. Dalam Victory tour tersebut, sempat tersiar isu-isu pemberontakan dan menjadikan Ktniss sebagai ikonnya. Belum lagi tanpa sengaja Katniss bertemu dengan dua warga distrik 8 yang melarikan diri, yang membulatkan tekad untuk menjamah distrik 13, yang hingga saat ini diragukan keberadaannya.

Namun sayangnya sandiwara keduanya sebagai sepasang kekasih harus terus berlanjut, sementara Katniss masih memiliki hati terhadap Gale, dan terus bertemu dengannya secara sembunyi-sembunyi. Tapi rahasia tersebut tak bertahan lama, sesaat sebelum pengumuman Hunger Games ke 75, Presiden Snow, mengunjungi Katniss dan memperingatkannya akan Gale. Katniss harus terus menjalani sandiwaranya sebagai pasangan dari Peeta.

Ada sesuatu yang berbeda dari Hunger Games ke 75 ini, setiap 25 tahun sekali Quarter Quell diadakan. Sistemnya adalah para 24 pemenang dari tahun-tahun sebelumnya diadu kembali di arena. Katniss dan Peeta pun kini harus kembali beradu di arena bersama peserta lainnya. Namun kali ini berbeda, Katniss mengukuhkan niatnya untuk membuat Peeta menjadi pemenang, meskipun itu berarti harus mengorbankan dirinya sendiri. Bagaimanakah Hunger Games Quarter Quell ketiga ini akan berlangsung? Sanggupkan Katniss mewujudkan niatnya?

Buku kedua dari trilogi The Hunger Games ini dibagian awal masih berjalan lambat mengisahkan kehidupan sehari-hari Katniss dan Peeta pasca Hunger Games. Tutur penceritaan dengan sudut pandang Katniss sebagai orang pertama ini, kemudian perlahan-lahan mempercepat temponya,dibagian tengah buku. Kesan segar pada buku ini perlahan muncul bersamaan dengan kemunculan beberapa tokoh baru dengan karakter yang kuat seperti Finnick, Mags, Johanna, Beetee, dan Wires. Bagian akhir buku ini dibuat sedikit menggantung dan memaksa pembaca untuk segera melanjutkan membaca buku terakhir dari trilogi ini, Mockingjay.

Saat ini Catching Fire sedang dalam proses pembuatan filmnya, setelah tahun lalu The Hunger Games telah ditayangkan diberbagai bioskop di penjuru dunia. Tetap dengan Jennifer Lawrence sebagai Katniss dan Josh Hutcherson sebagai Peeta, tentunya dengan beberapa aktor baru untuk membintangi para pemenang Hunger Games di tahun sebelumnya.

Genre: Fantasy, Adventure, Action
Penulis: Suzanne Collins
Trilogi: The Hunger Games (1), Catching Fire (2), Mockingjay (3)

Advertisements

The Wolverine (2013) – Movie Review

Logan yang kini menyendiri di hutan, terus dihantui mimpi masa lalunya akan Jean Grey dan juga sedikit kenangan saat dirinya terperangkap di Jepang pada era Perang Dunia II.

wolverine

Suatu ketika dirinya dijemput seorang wanita Jepang bernama Yukio, yang mengajaknya untuk bertemu dengan mantan perwira Jepang, Yashida, yang dulu pernah Logan selamatkan pada masa Perang Dunia II tersebut.

Dikatakan bahwa Yashida sedang sekarat dan ingin mengucapkan salam perpisahan. Logan pun dengan terpaksa berangkat menuju kediaman di Jepang. Setibanya di rumah megah milik, tampak sedang sekarat ternyata memiliki maksud lain. Ingin menukar ke-imortalan Logan dengan dirinya yang kini sekarat. Bagaimanakah Logan menanggapi tawaran tersebut?

Film Wolverine yang kedua ini kini hadir dengan cerita yang lebih sederhana dan sedikit tertebak. Namun dari segi action, memang benar, patut diacungi jempol. Film ini juga menghadirkan penampilan perdana dari dua model asal Jepang , Rila Fukushima dan Tao Okamoto yang mampu mengimbangi akting dari aktor kawakan, Hugh Jackman. Diakhir film setelah kredit, seperti biasa tampak satu scene yang memberi gambaran film lanjutan dari film the Wolverine ini.

Genre: Action, Thriller
Director: James Mangold
Cast:
Hugh Jackman sebagai Logan
Tao Okamoto sebagai Mariko
Rila Fukushima sebagai Yukio
Hiroyuki Sanada sebagai Shingen
Hal Yamanouchi sebagai Yashida
Ken Yamamura sebagai Yashida muda
Svetlana Khodchenkova sebagai Viper
Famke Janssen sebagai Jean Grey


RED 2 (2013) – Trailer Review

Agen Frank Moses, agen CIA yang sudah pensiun kembali beraksi bersama rekan-rekannya, Marvin, dan Victoria.
Kali ini menyangkut misi global dalam penyelidikan terkait perangkat nuklir.

red 2Lanjutan dari aksi sebelumnya di RED yang dipenuhi bintang seperti Bruce Willis, Helen Miller, Mary Louise Parker, dan John Malkovich, RED 2 kali ini menghadirkan aktor-aktor ternama lainnya seperti Catherine Zeta Jones, Anthony Hopkins dan bintang Korea, Lee Byung Hun.
Dari trailernya dapat dilihat film RED 2 ini masih menonjolkan segi aksi dan juga komedi yang menggelitik dari aksi para pensiunan yang bisa dibilang tak muda lagi. Seperti apa filmnya, dan bagaimana aksi dari Lee Byung Hun? Sementara mari kita intip dulu trailernya:


Thank’s for Sharing (2012) – Trailer Review

Thank’s fo Sharing yang merupakan film perdana Alecia Moore a.k.a P!NK, akan segera dirilis di Hollywood di bulan September 2013 mendatang.

thanks for sharing

Dibintangi juga beberapa bintang besar lainnya seperti Gwyneth Paltrow, Tim Robbins, Mark Ruffalo, dan masih banyak lagi. Film yang disutradarai oleh Suart Blumberg, ini mengisahakan usaha 3 dari orang yang mengalamai kecanduan akan seks untuk sembuh dengan mencoba menjalani 12 tahap perawatannya.

Dari trailernya dapat dilihat beberapa sisi romantis yang menyenangkan dan menyentuh serta dibumbui komedi-komedi ringan yang menggelitik. Sepertinya dapat menjadi salah film yang direkomendasikan, terutama bagi para penggemar Pink, yang pastinya penasaran ingin melihat bagaimana kemampuan musisi yang satu ini dalam menjajal peran yang cukup besar, di film komedi romantis yang terinspirasi dari fenomena kacanduan yang cukup sering terjadi di kota-kota besar di dunia.


A Wedding Invitation (2013) – Movie Review

Li xing dan Qiao Qiao sudah berpacaran sejak SMA,suatu ketika, sesaat setelah mereka lulus dari Universitas, Li Xing melamar Qiao Qiao yang anehnya langsung ditolak dengan alasan, Li Xing belum mapan serta belum siap untuk menikah dan menawarkan untuk membuat perjanjian yang berisikan mereka akan berpisah untuk sementara waktu dan jika dalam 5 tahun kedepan keduanya masih sendiri, barulah mereka akan menikah.

wedding invitation movie

wedding invitation

5 tahun pun berlalu, Qiao Qiao mendapat telpon dari Li Xing yang pertama setelah 5 tahun, Qiao Qiao pun merasa gembira. Namun sayangnya kegembiraan tersebut tak berlangsung lama, karena tujuan Li Xing menghubungi Qiao Qiao pada saat itu adalah untuk mengajak bertemu, meberikan undangan pernikahan, dan memperkenalkan Qiao Qiao pada calon istri Li Xing. Kemudian yang lebih menyakitkan lagi calon istri Li Xing meminta Qiao Qiao membantunya dalam mempersiapkan pernikahan mereka. Bagaimanakah nasib Qiao Qiao, akankah dirinya menyampaikan perasaannya dan penyesalannya pada Li Xing?

Film Mandarin yang ditulis oleh Qin Hai Yan ini mampu membawa penonton dalam alur cerita yang dinamis, dari cerita yang ringan dan menghibur hingga cerita yang sedikit gloomy dan mengharukan. Bagaimana sikap jujur pada perasaan masing-masing adalah hal yang sangat penting agar tidak menyesal dikemudian harinya cukup ditonjolkan pada film ini. Penonton pun belum bisa menebak bagaimana ending dari film ini hingga bagian tengah. Beberapa kejutan yang menyenangkan ditambah cerita yang realistik, tidak menjual khayalan yang diawang-awang adalah nilai plus dari film ini.

Genre: Komedi, Drama, Romantis
Director: Oh Ki Hwan
Cast:
Bai Bai He sebagai He Qiao Qiao
Eddie Peng sebagai Li Xing
Pave Wu sebagai Zhou Rei
Lin Mei Shiu sebagai ibu dari Li XIng
Fu Jiang Jin sebagai Mao Mao


Twelfth Night (1601) – Book Review

Viola seorang gadis yang baru saja tiba di sebuah kota kecil di wilayah Illria guna membantu urusan seorang kapten kapal laut yang telah menolongnya. Ia terpisah dari kakak akibat kecelakaan kapal laut, dan yakin kakaknya telah tiada sehingga kapten kapal ini lah satu-satunya kerabat yang ia kenal. Di Illrya dia menyamar menjadi pria demi mendapat pekerjaan sebagai ajudan dari seorang duke yang bernama Orsino. Duke Orsino ternyata sedang jatuh conta padaseoran wanita bernama Olivia, yang baru saja kehilangan sang ayah serta kakaknya dan kini tinggal bersama pamannya Sir Tobby.

twelfth night shakespeare

Dengan mengutus Viola yang berganti nama menjadi Cesario, duke Orsino menitipkan pesan cinta pada Olivia. Sayangnya pesan cinta tersebut ditolak oleh Olivia, yang justru jatuh hati pada keteguhan Cesario. Padahal dalam hatinya Cesario yang seorang wanita memendam rasa pada tuannya. Bagaimanakah nasib Cesario alias Viola? Belum lagi perkara internal di kediaman Olivia yang sarat konspirasi yang dilakoni oleh pamannya.

Cerita singkat karya Shakespeare ini ditulis dalam bentuk naskah drama dengan bahasa Inggris khas era Shakespeare seperti penggunaan kata thou, thy, dll. Ceritanya dibuat singkat namun kental dengan problematika yang naik turun, dan juga disisipkan kisah cinta terlarang yang mungkin tak terpikirkan akan hadir di cerita era tersebut. Naskah drama yang sering dijadikan bahan pementasan di sekolah-sekolah di luar negeri ini mungkin yang menginspirasi beberapa drama Korea dan Jepang yang makin digemari belakangan ini. Bagi yang membaca naskah asli Twelfth Night ini, disarankan untuk membawa kamus bahasa Inggris lekat-lekat karena banyak kosakata bahasa Inggris yang kuno di dalamnya.

Genre: script, naskah drama, romance, drama
Penulis: William Shakespeare


Despicable Me 2 (2013) – Movie Review

Film kedua dari film animasi super lucu, Despicable Me, masih menceritakan tokoh-tokoh yang sama Gru si mantan penjahat yang kini mengasuh ketiga putri angkatnya Margo, Edith dan Agnes bersama sepasukan makhluk kuning menggemaskan yang diberi nama minion.

despicable me

Gru yang selama ini selalu berusaha dijodohkan tetangganya Jillian, dengan teman-temannya yang berperilaku tak biasa kini ditawari sebuah pekerjaan baru yakni sebagai mata-mata. Gru diminta untuk memata-matai dan menemukan 1 dari 8 suspek penjahat berkedok pengusaha toko di sebuah mal. Dalam menjalankan misi tersebut Gru ditemani oleh seorang wanita yang selalu bersemangat untuk menjalani aksi-aksi menegangkan yang bernama Lucy Wilde.
Berhasilkah Gru menjalankan misi ini?

Film yang sangat ditunggu-tunggu ini sungguh wajib untuk disaksikan bersama teman-teman maupu keluarga tercinta. Menghadirkan kekonyolan-kekonyolan yang mengocok perut dan penampilan dari para minion yang menggemaskan menjadi salah satu poin utama film ini. Penampilan para minion kali ini lebih disorot dibanding filmnya yang pertama, begitu juga dengan yang menggemaskan. Walaupun ceritanya yang ringan dan sederhana, film ini mampu membuat penonton baru bisa menebak siapa penjahatnya disaat menjelang akhir film. Dan bersiap-siaplah untuk terhibur dan tertawa terpingkal pingkal oleh film yang berdurasi 1 jam 30 menit ini.

Genre: Animasi, Komedi, Keluarga
Director: Pierre Coffin, Chris Renaud
Cast:
Steve Carell sebagai Gru
Kristen Wiig sebagai Lucy
Miranda Cosgrove sebagai Margo
Dana Gaier sebagai Edith
Elsie Kate Fisher sebagai Agnes
Benjamin Bratt sebagai Eduardo
Russell Brand sebagai Dr. Nefario
Nasim Pedrad sebagai Jillian