Finding Mr. Destiny (2010) – Movie Review

Ji Woo seorang stage director pertunjukan teater yang cuek dan tomboi baru saja menolak lamaran kekasihnya yang seroang pilot angkatan udara. Menduga putri pertamanya masih mengingat cinta pertamanya, sang ayah pun memaksa putrinya ke sebuah biro jasa pencari cinta pertama, agar Ji Woo terlepas dari bayang-bayang pria yang dijumpainya saat berjalan-jalan ke India 10 tahun yang lalu.
Di sinilah petualang Ji Woo dan Gi Joon, si pemilik biro jasa yang lugu dan taat peraturan di mulai. Akankah Ji Woo menemukan cinta pertamanya?fbd15ef194990e6a1fd877d805f58028_VufXzYbql9Olyngl797Bv3NXRxG45Cto.jpg

Film ringan yang cocok dinikmati di akhir pekan yang santai, dengan menonjolkan dua karakter yang bertolak belakang, film ini sukses membuat penonton tergelak di beberapa scene. Sekilas pemandangan di Blue City, India pun juga menjadi nilai tambah dari film ini. Bagi pecinta kutipan film, ada cukup banyak kutipan tentang cinta pertama dan takdir yang bisa merenung dan tersentil di film ini.

You must grab onto faith to realize destiny

Genre: Comedy, Romantic, Korea
Director: Chang You Jeong
Cast:
Lim Soo Jung sebagai Seo Ji Woo
Gong Yoo sebagai Han Gi Joon
Lee Chung Ah sebagai Adik Gi Joon
Cheon Ho Jin sebagai ayah Ji Woo

Advertisements

Thank’s for Sharing (2012) – Trailer Review

Thank’s fo Sharing yang merupakan film perdana Alecia Moore a.k.a P!NK, akan segera dirilis di Hollywood di bulan September 2013 mendatang.

thanks for sharing

Dibintangi juga beberapa bintang besar lainnya seperti Gwyneth Paltrow, Tim Robbins, Mark Ruffalo, dan masih banyak lagi. Film yang disutradarai oleh Suart Blumberg, ini mengisahakan usaha 3 dari orang yang mengalamai kecanduan akan seks untuk sembuh dengan mencoba menjalani 12 tahap perawatannya.

Dari trailernya dapat dilihat beberapa sisi romantis yang menyenangkan dan menyentuh serta dibumbui komedi-komedi ringan yang menggelitik. Sepertinya dapat menjadi salah film yang direkomendasikan, terutama bagi para penggemar Pink, yang pastinya penasaran ingin melihat bagaimana kemampuan musisi yang satu ini dalam menjajal peran yang cukup besar, di film komedi romantis yang terinspirasi dari fenomena kacanduan yang cukup sering terjadi di kota-kota besar di dunia.


We Found Love, The One That Got Away, Starship, Call Me Maybe – Trash Tele (2012) – Video Review

We Found Love, lagu dari Rihanna dan Calvin Harris yang menjadi salah satu lagu terlaris di tahun lalu, video klipnya dibuat versi lain oleh sekelompok anak muda kreatif Bangkok bernama Trash Tele. Video versi Bangkok ini sangat memperhatikan tiap detailnya dan jika dibandingkan dengan timing aslinya, benar-benar nyaris serupa.

Tidak hanya video klip Rihanna, namun juga terdapat video klip Katy Perry, The One That Got Away, yang dibuat nyaris serupa namun mungkin karena keterbatasan lokasi dan dana pada bagian akhirnya agak dibuat sedikit berbeda.

Video Starship dari Nicki Minaj juga tak terlewatkan oleh Trash Tele ini, bersetting di pantai dan bikini yang sama persis dengan yang dipakai Nicki Minaj di video aslinya dan tentu saja ditambahkan bumbu-bumbu komedi khas mereka.

Lalu  tidak ketinggalan salah satu lagu dan video yang paling banyak diputar dan diremake, Call Me May Be dari Carly Rae Jepsen juga  dibuat versi Bangkoknya oleh mereka. Pada video kali ini ditambahkan  beberapa dialog dan adegan konyol mengocok perut.

Penasaran? Yuk intip dan bandingkan dengan video klip aslinya, benar-benar seperti karya profesional, dari wardrobe sampai set video yang dibuat semirip mungkin, sungguh patut diacungi jempol.

We Found Love:

The One That Got Away

Starship:

Call Me May Be:


Married to The Mob (1988) – Movie Review

Genre: Komedi, ROmantis
Director: Jonathan Demme

married to the mobCast:
Michelle Pfeiffer sebagai Angela de Marco
Matthew Modine sebagai Mike Downey
Dean Stockwell sebagai Tony Russo
Mercedes Ruehl sebagai Connie Russo
Alec Baldwin sebagai Cucumber de Marco
Frank Ferrea sebagai Vinnie the Slug

Angela De Marco, hidup nyaman dan tenangnya dengan suami dan putranya berubah seketika saat mendengar kabar suaminya terbunuh. Sang suami, Cucumber De Marco adalah salah seorang kepercayaan ketua mafia paling ditakuti di daerahnya, Tony Russo. Anehnya segera setelah pemakaman suaminya dilaksanakan, Tony Russo justru merayu Angela, dan hal ini terlihat oleh istri Russo, Connie. Angela pun ditegur bahkan diteror oleh Connie, hal tersebut memperbulat tekadnya untuk keluar dari lingkungan mafia tersebut ke daerah yang bisa dikatakan cukup buruk, demi terhindar dari Connie dan Tony Russo.

Dilain pihak, FBI yang sedang menyelediki komplotan mafia yang makin marak menyebar teror di lingkungan tersebut, mencurigai Angela terkait erat dengan Tony Russo. FBI pun mengutus Mike Downey untuk menyelidiki lebih dekat Angela, dengan tinggal di apartmen yang sama dengan Angela. Namun seiring dengan seringnya pertemuan mereka, mereka pun saling tertarik satu sama lain. Bagaimanakah dengan misi FBI Mike dan Tony Russo yang tak kenal lelah mengejar Angela?

Film era delapan puluhan ini sangatlah menghibur dan ringan, dengan cerita yang sederhana namun berhasil menampilkan plot yang menarik, sisi komedi yang pas dan bagi pemerhati budaya ataupun fashion pastinya akan puas memperhatikan kehidupan dan gaya di era delapan puluhan tersebut.


Wreck It Ralph (2012) – Movie Review

Genre: Animasi, komedi, Fantasi
Director: Rick Moore
Cast:
John C. Reilly sebagai Ralph
Jack McBrayer sebagai Felix
Jane Lynch sebagai Captain Calhoun
Alan Tucyk sebagai King Candy
Sarah Silverman sebagai Venellope

Wreck It Ralph adalah tokoh yang diprogram untuk menjadi musuh utama Felix dalam game ding dong Fix It Felix. Baik saat malam, dimana arcade sudah tutup dan waktunya para karakter game saling bersosialisasi, Ralph tetap diperlakukan layaknya penjahat dan dikucilkan di tumpukan bata diseberang pent house tempat karakter lain tinggal. Puncaknya adalah saat perayaan 30 tahun game Fix It Felix, Ralph tidak diundang oleh karakter yang lain untuk turut merayakannya, Ralph yang muak menjadi penjahat pun berkata ia akan membawa medali yang lebih bersinar dai milik Felix untuk membuktikan bahwa dirinya juga layak menjadi pahlawan dan dapat tinggal di penthouse. Ralph pun pergi mencari medali di game lain, dan tentu saja hal tersebut tidak berjalan mulus, bahkan berisiko tidak hanya bagi game Fix It Felix, tetapi juga game lainnya. Bagaimana kah nasib Ralph? Akankah Ia akan berhasil menjadi pahlawan seperti yang ia harapkan?

Because of you Ralph, I’m now the most powerful virus in the arcade! I can take over any game I want! I should thank you… but it’d be more fun to kill you!Turbo

Film produksi Walt Disney ini sangat menghibur dan highly recommended, banyak adegan lucu mengocok perut, dan dialog-dialog renyah yang tepat untu dikutip. Belum lagi film ini menghadirkan banyak karakter game ding dong yang kita kenal. Film ini bisa dikatakan menjaadikan imajinasi kita menjadi nyata, mengenai bagaimana kehidupan dibalik dunia game dan bagaimana antar game dapat saling terhubung. Lalu, sebagai info tambahan, di film ini menjadikan Skrillex sebagai cameo loh. Kemudian untuk soundtrack, Owl City berhasil menyumbangkan lagu yang catchy, sesuai dengan film ini, dengan lagunya “When Can I See You Again?“.


The Addams Family (1991) – Movie Review

Genre: Fantasy, Comedy
Director: Barry Sonnenfeld
Cast:
Raul Julia sebagai Gomez Addams
Anjelica Huston sebagai Morticia Addams
Christopher Lloyd sebagai Paman Fester/ GOrdon Craven
Judith Malina sebagai Granny
Carel Struycken sebagai Lurch
Christina Ricci sebagai Wednesday Addams
Jimmy Workman sebagai Pugsley Addams
Christopher Hart sebagai Thing

Film mengenai kehidupan keluarga kaya raya yang unik bahkan cenderung eksentrik, dengan rumah suram nun horor ini diadaptasikan dari film animasi berseri dengan judul yang sama.

Keluarga yang terdiri atas sang kepala keluarga Gomez Addams, sang istri Morticia Addams, dua anaknya Pugsley dan Wednesday Addams, Granny, Lurch si kepala pelayan dan Thing hidup damai dan tentram dengan keanehan mereka yang cenderung sadis. Namun ketentraman mereka tidak berlangsung lama, karena kehadiran sekelompok penipu yang ingin mengambil harta mereka.

Komplotan penipu ini merencanakan penipuan dengan menghadirkan sosok paman Fester yang sebenarnya sudah tidak ada, dengan meminta Gordon untuk menyamar. Penyamarannya tampak meyakinkan, dan Fester diterima dengan ‘hangat’ dikeluarga Addams. Apakah komplotan penipu itu berhasil mengambil harta keluarga Addams? yuk intip dulu trailernya disini 😉


Tootsie (1982) – Movie Review

Genre: Comedy, Drama, Romance
Director: Mike Nichols
Cast:
Dustin Hoffman sebagai Michael Doresey/Dorothy MiChaels
Jessica Lange sebagai Julie
Teri Garr sebagai Sandy
Bill Murray sebagai Jeff
Dabney Coleman sebagai Ron

Kisah seorang aktor watak profesional yang sedang pada usia krisis untuk karirnya, dimana disemua audisi yang diikutinya, dirinya ditolak dengan alasan dirinya terlalu muda atau terlalu tua untuk peran tersebut. Hingga suatu hari dirinya memutuskan untuk mengikuti audisi opera sabun sebgai perempuan. Tanpa diduga dirinya lolos dan mendapatkan peran tersebut. Hari-harinya sebagai aktris watak pun dimulai, jatuh cinta pada wanita lawan mainnya yang lugu dan manis sampai dikejar kejar beberapa pria yang jatuh cinta pada kharismanya sebagai seorang wanita.
Kisah yang menarik untuk ditonton, ringan dan menghibur, dan menambah pengetahuan kiat tentang dunia akting di era 80an. Xamu tidak bosan untuk menonton film ini berulang kali dan melihat kekonyolan para pemerannya.