The Perks of Being A Wallflower (2012) – Movie Review

Genre: Drama, Romantis
Director: Stephen Chboskythe perks of being a wall flower Cast:
Logan Lerman sebagai Charlie
Ezra Miller sebagai Patrick
Emma Watson sebagai Sam
Johnny Simmons sebagai Brad
Paul Rodd sebagai Mr. Anderson
Mae Whitman sebagai Mary Elizabeth
Melanie Lynskey sebagai bibi Helen

Charlie: Why do nice people choose the wrong people to date?
Mr. Anderson: Are we talking about anyone specific?
[Charlie nods]
Mr. Anderson: Well, we accept the love we think we deserve.
Charlie: Can we make them know that they deserve more?
Mr. Anderson: We can try.

Menceritakan seorang siswa SMA tahun pertama, Charlie, yang pendiam dan pemalu sehingga tidak mempuanyai teman satu pun, yang biasa disebut sebagai sosok ‘wallflower‘ di sekolah. Dalam kesehariannya Charlie menuliskan hari-harinya dan yang ada dalam pemikirannya dalam secarik kertas, seolah-olah diperuntukan untuk sahabatnya, Michael, yang meninggal karena bunuh diri.

 

Selama di sekolah Charlie selalu pasif bahakan di kelas yang dikuasainya, kelas Bahasa Inggris, Charlie selalu bisa menjawab dengan benar pertanyaan dari gurunya dengan menuliskan jawabannya di buku, tanpa berusaha mengangkat tangan dan menjawabnya langsung. Mr. Anderson, guru mata pelajaran tersebut mengetahuinya, dan mengetahui bakatnya dalam menulis, selalu meminjamkan beragam buku kepada Charlie.

Suatu ketika kehidupan Charlie berubah total, saat dirinya menyaksikan secara langsung pertandingan football, Charlie memberanikan diri mendekati Patrick, seorang senior yang sempat satu kelas dengannya. Kepribadian Patrick yang selalu cuek dan konyol ketika digoda anak-anak lain, membuat Charlie berani mendekat. Mujurnya Patrick menerimanya seperti biasa, dengan ceria, dan tak lama Sam, seorang gadis turut serta duduk bersama Charlie dan Patrick. Sam juga merupakan kakak kelas Charlie, dan tak lama diketahui, Sam dan Patrick adalah saudara tiri. Charlie pun kini menghabiskan waktunya bersama Sam dan Patrick, dikenalkan dengan teman-teman lainnya.

Namun, disela-sela kehidupannya sosialnya yang membaik, kilas ingatan masa lalunya, masa kecilnya, bibi Helen sering datang manghampiri, belum lagi, diam-diam perasaannya terhadap Sam menguat, bagaimanakah Charlie menghadapi semua itu?

the perks of being a wall flower quote

Film yang diangkat dari buku yang berjudul sama, menghadirkan gambaran kehidupan siswa SMA di Amerika di era awal 90an. Alur ceritanya tidak bisa ditebak, beberapa klimaks dan anti klimaks hadir naik turun dari pertengahan hingga akhir. Akhir cerita yang mungkin sudah sempat terpikirkan oleh penonton, tapi disertai suatu fakta yang tidak dapat diduga. Akting matang dari Logan Lerman, Ezra Miller dan Emma Watson juga mampu menyentuh emosi penonton. Menariknya lagi, film ini disutradarai dan ditulis skenarionya oleh sang penulis buku, Stephen Chbosky, tak heran film ini ditampilkan tak jauh berbeda dengan bukunya. Sound tracknya pun enak di dengar, dan banyak rekomendasi lagu-lagu, buku, dan juga film lama dari film ini.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s