Interview with the Vampire (1994) – Movie Review

Genre: Horror, Drama, Fiksi, Vampir
Director: Neil Jordan
Cast:
Brad Pitt sebagai Louis
Tom Cruise sebagai Lestat
Christian Slater sebagai Daniel Malloy (reporter)
Kirsten Dunst sebagai Claudia
Antonio Banderas sebagai Armand

Interview With the Vampire

Suatu ketika seorang reporter bertemu dengan seorang pria misterius yang diduga orang-orang sebagai vampir, kepada reporter tersebut, vampir yang bernama Louis ini menceritakan kisahnya, 200 tahun silam.
Louis yang ketika itu baru saja kehilangan isteri dan anak yang dilahirkan isterinya, menjalani kehidupannya dengan tidak semangat. Ketika itulah Louis bertemu dengan Lestat, yang kemudian menawarkannya untuk menjadi vampir, menjadi partnernya sebagai vampir.

Louis pun menjadi vampir namun sayang, tak ada perubahan baginya, hidupnya tetap saja hambar dan tak bersemangat, sebagai inisiatif untuk menyemangati Louis, Lestat pun menjadikan seorang gadis berusia 6 tahun yang ditemukannya disebelah mayat ibunya, seorang vampir.

Gadis itu diberi nama Claudia, gadis itu tidak mengingat sama sekali yang terjadi pada dirinya, bertiga mereka hidup bersama menjalani hari-harinya menjadi vampir di pust kota. Namun kedamaian tersebut tidak bertahan lama, 30 tahun kemudian, Claudia yang tetap dalam tubuh anak berusia 6 tahun merasa marah karena tidak dapat tumbuh dewasa, Ia pun merencanakan pembunuhan terhadap Lestat, yang semena-mena dan kasar. Bagaimanakah rencana Claudia tersebut berlangsung? Akankah Louis yang lembut tinggal diam?

Film drama ini memiliki unsur cerita yang rumit, bagaimana seorang vampir yang ingin menjaga persahabatan, pencarian cinta, upayanya untuk mencari semangat hidup, serta penemuan dunia lain yang jauh berbeda dari Ia biasa hadapi. Cerita yang bersetting di tahun 1791 lalu kembali ke tahun 1991 ini diambil dari novel yang berjudul sama, karya Anna Rice pada tahun 1976.

manga

Uniknya pada awalnya, Anna Rice kurang setuju akan keputusan produser untuk menempatkan Tom Cruise sebagai pemeran Lestat, menurutnya sosok Rutger Hauer lebih sesuai, namun setelah melihat film ini dirilis, Anna Rice mengakui bahwa usaha Tom Cruise berhasil dan membuktikan dugaan Anna salah. Film ini pada tahun 1004, diadaptasi menjadi sebua manga Jepang oleh Udoh Shinohara dan dibuat berseri pada majalah komik Animage dan Chara Comics.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s