5cm. (2012) – Movie Review

Genre: Fiksi, Petualangan
Director: Rizal Mantovani
5cmCast:
Ferdi Nuril sebagai Genta
Herjunot Ali sebagai Zafran
Igor ‘Saykoji’ sebagai Ian
Denny Sumargo sebagai Arial
Raline Shah sebagai Riani
Pevita Pierce sebagai Dinda
Didi Petet sebagai Ayah Igor

Film ini mengisahakan tentang persahabatan lima karakter berbeda yang telah terjalin selama sepuluh tahun. Zafran, Riani, Genta, Ian, dan Arial merasa kebiasan mereka berkumpul selama weekend terus menerus butuh suatu hal yang sedikit berbeda. Genta pun mengusulkan untuk menghentikan pertemuan mereka, menghentikan komunikasi dengan media apapun, selama tiga bulan, untuk mencoba menemukan impian baru mereke masing-masing dan menyelesaikan beberapa urusan mereka yang sempat tertunda, seperti yang belum juga menyelesaikan skripsinya.

Pertemuan tiga bulan kemudian adalah tanggal 14 Agustus di Stasiun Senen, merencanakan suatu kejutan buat yang lainnya, yakni mendaki Gunung Semeru untuk mencapai puncaknya, Mahameru, puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Bagaimanakah perjalanan mereka, mampukah mereka mancapai puncak tertinggi tersebut, bagaimana dengan persoalan hati mereka yang terpendam telah lama, belum lagi Dinda, adik  perempuan Arial yang telah lama disukai Zafran, juga turut serta dalam perjalanan ini.

Film yang diangkat dari novel karya Donny Dhirgantoro, sperti kebanyakan film yang diangkat dari buku lainnya, selalu dirasa kurang dibanding bukunya. Namun bagi yang belum membaca bukunya, film ini termasuk salah satu film karya anak bangsa yang patut diacungi jempol. Film ini berhasil menghadirkan pemandangan yang luar biasa dari Gunung Semeru, yang membuat para penonton berdecak kagum lalu unsur komedi yang cukup kental dan mengocok perut juga menjadi nilai tambah dalam film 5cm ini. Sayangnya terdapat hal yang mengganjal dalam film ini, untuk unsur nasionalisme, diawal film sama sekali tidak nampak bahwa keenam tokoh ini merupakan sosok yang nasionalis, namun pada awal perjalanan menuju Gunung Semeru, mereka menjadi berpuitis ria mengenai nasionalisme, sehingga terasa dibuat-buat. Terlepas dari itu, film ini wajib untuk ditonton dan mungkin akan menimbulkan efek samping, demam naik gunung 😉

 

 

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s