Linkin Park Living Things (2012) – Album Review

Setelah mengeluarkan single Burn It Down, akhirnya band Alternative Rock,  Linkin Park meluncurkan album terbarunya pada tanggal 26 Juni 2012 kemarin. Album yang bertajuk Living Things ini terdiri atas 12 lagu baru, yaitu:LP living things
1. Lost in Echo
2. In My Remains
3 .Burn It Down
4. Lies Greed Misery
5. I’ll be Gone
6. Castle of Glass
7. Victimized
8. Roads Untravelled
9. Skin to Bone
10. Until It Breaks
11. Tinfoil
12. Powerless
Pada album ini terdapat beberapa kejutan berupa musik yang sedikit berbeda dari lagu-lagu Linkin Park sebelumnya, seperti Lost in Echo yang sekilas terdengar layaknya musik latino tapi terkadang seperi dangdut dibagian awal, akibat eksplorasi electronik sound yang mereka lakukan, namun tetap  disini Mike Shinoda banyak menyumbang rapnya yang begitu Linkin Park.
Begitu juga pada lagu Skin to Bone yang entah kenapa Xamu dengar nuansa mengdandutnya cukup kental, kadang terdengar seperti bunyi rebana atau kendang yang begitu menonjol, dengan reff yang begitu mudah untuk diingat.
Sedangkan untuk lagu Lies Greed Misery, turntable dari Joseph Hahn tampil lebih menonjol, teriakan Chester Bennington yang lebih dasyat dan dibarengi dengan gaya rap yang berbeda dari sebelumnya oleh Mike Shinoda. Gaya rap Mike yang berbeda juga muncul pada lagu Until It Breaks, nuansa Hip Hop bak lagu-lagu Eminem-Jay Z tampak hadir pada lagu yang berdurasi 3menit 43 detik ini.
Satu lagi yang mengejutkan dari Mike Shinoda, bahwa Ia menyanyi layaknya vokalis band secara penuh (bukan rapper) pada lagu Roads Untravelled yang begitu mengalun seperti musik pengantar tidur.
Kejutan lainnya adalah pada lagu Victimized, dengan menonjolkan dentuman drum Rob Bourdon sepanjang lagu dan juga suara gitar listrik Brad yang berbeda, nyaris terdengar seperti musik My Chemical Romance, namun dengan lirik yang tentu saja sangat Linkin Park sekali. Dentuman drum Rob dan Bass dari Phoenix juga sangat menonjol di lagu Castle of Glass ditemani oleh suara Chester yang bernyanyi nada begitu rendahnya sehingga sempat mebuat Xamu ‘pangling’, tidak mengenal bahwa itu adalah suara Chester, apalagi dengan disandingkannya lagu ini setelah lagu I’ll be Gone (full Chester) yang menghadirkan suara Chester sebagaimana biasanya.
Kemudian seperti halnya album LP sebelumnya, selalu saja ada 1 lagu tanpa vokal yang begitu singkat, dan di album ini lagi tersebut berjudul Tinfoil yang berdurasi 1menit 11 detik, tetap dengan nuansa musik yang sedikit berbeda dari Linkin Park.
Itu tadi adalah lagu-lagu yang berhasil mengejutkan Xamu saat pertama kali mendengarkan album Living Things ini. Selain lagu-lagu kejutan tadi, terdapat 3 lagu yang masih memberikan nuansa kental dari Linkin Park seperti pada album sebelumnya seperti, In My Remains yang mengingatkan Xamu pada Leave Out All The Rest, lalu Burn It Downs yang mirip dengan What I’ve Done dan lagu penutup berlirik kuat dengan nuansa lagu penutup pada album Hybrid Theory, My December, yang berjudul Powerless yang dijadikan sebagai soundtrack film Abraham Lincoln: Vampire Hunter.
Demikian album review untuk Linkin Park latest album in 2012, Living Things, secara keseluruhan dengan kejutan musik yang diberikan Linkin Park pada album ini, lirik yang kuat masih merupakan ciri khas Linkin Park yang tak akan punah. This’s the reason why i love Linkin Park since Hybrid Theory(2000), to Meteora(2003), to Minutes to Midnight (2007), A Thousand Suns (2010) until now Living Things, teruslah berkarya Linkin Park!!! \m/

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s